Sebaiknya reksadana atau transaksi saham sendiri?

Marketplacesinyal.id Memang banyak instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan untuk investor pemula jadi agak membingungkan. “Mana yang paling menguntungkan sekaligus paling aman?”

Apakah kamu sekarang sedang bingung? Mau mulai investasi, sudah dengar sedikit tentang reksa dana dan juga saham, tapi bingung, mana di antara keduanya yang bisa dapat untung besar .

Jadi, antara reksa dana vs saham, mana yang lebih baik? Mana investasi yang lebih menguntungkan?

Reksa Dana,Tugas dan Fungsi Manajer Investasi, dan Bagaimana Memilih yang Terbaik

Dalam reksa dana, dana investasi kamu akan dikelola oleh Manajer Investasi. Tentunya, mereka punya pengalaman dan ilmu yang lebih banyak daripada kamu, yang mungkin saat ini sedang mulai berinvestasi. Dengan demikian, asumsinya investasi di reksa dana akan lebih aman, karena jika ada pasar bergejolak, manajer investasi sudah punya langkah antisipasi untuk tetap mengamankan dana nasabah.

Namun, dengan berinvestasi di reksa dana, yang artinya kita berbagi risiko dengan orang lain, maka imbal pun harus dibagi-bagi juga. Setidaknya, kamu akan ditarik biaya administrasi ini dan itu oleh manajer investasi. Meski hanya sekian persen, tapi kalau nominal investasimu besar, ya akan besar juga biayanya.

Saham

Jika kamu berinvestasi di saham, maka kamu akan mengelola dana investasimu sendiri. Memang akan ada perusahaan sekuritas yang akan menjadi perantaramu untuk melakukan transaksi saham, tetapi mereka benar-benar hanya berperan sebagai broker alias makelar. Mereka tidak punya wewenang untuk mengelola dana investasimu. Kamu sendirilah yang harus menganalisis, mempertimbangkan, dan akhirnya memutuskan, saham mana yang akan kamu beli, jual, atau hold.

Karena itu, berinvestasi di saham termasuk investasi dengan risiko yang tinggi, apalagi jika kamu masih pemula. Sangat tidak disarankan untuk transaksi saham tanpa bekal pengetahuan yang cukup, terutama jika kamu masih belum punya bekal mental yang cukup. Fluktuasi pasar modal terlalu tinggi, sehingga bisa saja bikin kamu jantungan jika belum terbiasa.

Alih-alih mendapatkan imbal yang sesuai dengan harapan, kamu malah bisa merugi terlalu banyak karena masih belum baik dalam beranalisis.

Pertimbangan untuk Investasi Reksa Dana vs Saham

Kamu juga butuh waktu untuk mempertimbangkan berbagai aspek lain yang dapat memengaruhi harga saham ke depannya, pun memengaruhi industri di mana perusahaan yang bersangkutan bergerak. Kamu harus paham juga akan situasi ekonomi yang terjadi.

Sedangkan, untuk berinvestasi di reksa dana, kamu dapat memercayakan analisis ini pada manajer investasi. Mereka yang akan melakukannya untuk kamu. PR kamu tinggal memilih manajer investasi yang bisa kamu percaya, dan paling banter mempelajari fund fact sheet reksa dana yang sudah disediakan untuk mengecek profil si manajer investasi lebih lanjut. Setelah itu, menyesuaikannya dengan rencana keuangan yang sudah kamu buat sebelumnya.


Ya, kalau kamu memang “punya” waktu untuk melakukan analisis mendalam mengenai saham, dan mau mengambil risiko yang tinggi demi imbal yang juga lebih tinggi, nggak ada salahnya kamu berinvestasi di saham.

Namun, jika kamu merasa belum berpengalaman dalam analisis produk investasi, pun merasa belum bisa mengelola risiko dengan baik, investasi reksa dana akan lebih pas untukmu. Tapi, memercayakan analisis pada manajer investasi tidak semata-mata lantas membuatmu tinggal ongkang-ongkang kaki menunggu cuan datang doang loh. Kamu juga perlu memantau kinerja manajer investasimu, apakah so far so good perkembangan investasinya? Atau, perlu diulik lagi?

Nah, setelah dibandingkan reksa dana vs saham ini, sekaranglah waktunya untukmu memilih mana investasi yang lebih sesuai.


Jadi, mau investasi di instrumen apa?