Bagaimana Cara Memilih Reksa Dana?

Anda sedang tertarik dengan investasi reksa dana?

Jika iya, maka informasi ini akan membantu anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi di instrumen reksa dana, anda harus memahami bagaimana cara memilih reksa dana yang tepat dan benar. Sebab, ini akan sangat berkaitan dengan resiko investasi dan kemampuan untuk mentolerir resiko yang anda miliki.

Sebagai salah satu instrumen investasi, reksa dana memang cukup direkomendasikan bagi para pemula karena dana para investor akan dikelola oleh Manajer Investasi yang berpengalaman dibidangnya.

Baca Juga : Apa Itu Reksa Dana?

Marketplace Sinyal

Beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan saat berinvestasi reksa dana adalah, memiliki instrumen investasi yang terdiversifikasi otomatis, modal awal yang kecil, bisa ditop-up dan dicairkan kapan saja, dan bebas dari pajak.

Baca Juga : Mengenal AKSes dan Funsinya

Sederhananya, anda melakukan urunan dana dan setelah terkumpul, dana tersebut dikelola sebagai bentuk investasi oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek.

5 CARA MEMILIH REKSADANA

1. Tentukan Tujuan yang Ingin Anda Capai

Ketika anda memutuskan untuk melakukan investasi biasanya memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Dari keuntungan tersebut biasanya ingin digunakan untuk mencapai suatu keinginan. Tentukan apakah pencapaian tersebut membutuhkan jangka waktu yang panjang atau jangka waktu yang pendek. Salah satu contoh pencapaian jangka panjang biasanya seperti dana nikahan untuk anak yang ingin anda siapkan dalam 10 hingga 15 tahun kedepan.

2. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Ada 3 jenis tipe investor yaitu investor agresif (risk taker), investor moderat (risk neutral), dan investor konservatif (risk averter).

Bagi para pemula sebaiknya memilih profil risiko sebagai investor konservasi karena tipe investor ini merupakan investor yang memilih produk dengan jaminan yang menyakinkan dan cenderung sangat konservatif dalam mengambil risiko.

3. Riset Manajer Investasi

Sebelum memilih berinvestasi pada reksa dana tertentu, sebaiknya pastikan dulu mengenai track record dari manajer investasinya apakah memiliki pengalaman yang bagus dalam mengelola uang investasi.

Untuk itu, anda harus melakukan riset dengan membaca prospektus reksa dana dan profil perusahaan serta informasi-informasi yang beredar di kalangan masyarakat, apakah memiliki reputasi yang baik atau malah sebaliknya.

4. Perhatikan Nilai Drawdown

Drawdown merupakan istilah untuk tingkat kerugian maksimal yang ada pada reksa dana. Jika pada sebuah reksa dana memiliki angka drawdown berkisar di 30 persen dalam setahun. Maka kinerja sebuah reksa dana tersebut pernah mengalami penurunan kinerja sebesar 30 persen. Nilai angka drawdown yang tinggi biasanya terdapat pada reksa dana campuran ataupun saham.

Reksa dana pasar uang merupakan produk investasi reksa dana yang memiliki nilai drawdown rendah yaitu di angka 0 koma sekian persen, tidak jarang juga dijumpai berada di angka 0,00 persen. Reksa dana pasar uang adalah pilihan yang tepat untuk investor reksa dana pemula yang tidak ingin menanggung resiko terlalu besar.

5. Perhatikan Expense Ratio Reksa Dana

Dalam mengelola sebuah reksa dana pastinya akan memerlukan biaya. Biaya tersebut meliputi dari biaya trading, kustodian, marketing dan lain-lain. Jika anda menemukan expense ratio yang rendah maka itu merupakan bukti jika manager investasi pada reksa dana tersebut memiliki kemampuan yang handal dalam mengelola produk reksa dananya.

Baca Juga : Apa Benar Saham Itu Judi?